Info-Kriminal - Sukabumi - Penyebab kematian Fatimah (50) masih misteri. Mayat wanita tersebut terbungkus kardus di rumah kontrakannya, Sukabumi, Jawa Barat. Polisi mendapatkan keterangan penting dari Ahmad Hidayat alias Oma, suami Fatimah. Dia mengakui sengaja membungkus jasad sang istri yang membusuk.
Fatimah tewas di dalam rumah kontrakannya, Kampung Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mayat wanita paruh baya tersebut membusuk dengan tubuh terbungkus kardus.
Kejadian tersebut menggegerkan warga setempat. Informasi dihimpun, jasad Fatimah tergeletak di kamar kontrakan ini dikabarkan pertama kali oleh sang suami, Ahmad alias Oma
"Warga curiga melihat Oma bolak-balik di depan rumah kontrakan miliknya. Sama warga sempat ditanya, katanya dia mau bawa istrinya yang sakit ke rumah sakit," kata Nurjaman (38), salah satu tetangga, kepada detikcom.
Namun, sambung Nurjaman, keterangan Oma tersebut janggal. Lalu Oma tiba-tiba menyebut kalau istrinya sudah meninggal.
"Jadi (jasad korban) sengaja dibungkus menggunakan terpal, bantal, kasur lantai dan kardus oleh Oma untuk dibawa pergi. Nah ini motifnya apa (membungkus korban), masih kita telusuri. Saat itu warga juga tahu, tapi menolak untuk membantu Oma," ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto kepada detikcom, Senin (22/10/2018).
Budi mengungkapkan pihaknya sudah menemukan sejumlah fakta baru. Fatimah ternyata istri siri Oma. Selain itu, Oma mengetahui Fatimah tewas sejak Minggu (21/10).
"Suaminya itu mengetahui kalau korban meninggal dunia sejak hari Minggu. Hanya dia tidak memberi tahu tetangga dan pihak kepolisian. Dugaannya, dia (Oma) panik dan takut atau bagaimana. Dia malah memilih untuk membawa jasad (Fatimah) keluar dari kamar kontrakan," tuturnya.
"Informasi yang kita terima, dia (Fatimah) istri siri dari Hidayat alias Oma. Oma sendiri tinggal bersama istri pertamanya di Kota Sukabumi," ucap Nuryanto menambahkan.
Polisi hingga kini terus menggali keterangan Oma. Namun polisi belum menentukan ada dan tidaknya tindak pidana berkaitan peristiwa tersebut. "Pak Oma masih kita bawa untuk mencocokkan keterangan yang diberikan ke polisi. Hasil autopsi menunggu keterangan dokter forensik," kata Nuryanto.

Tidak ada komentar